loading...

Apa Yang Salah Dengan Istilah Sraddha dan Bhakti?


APA YANG SALAH DENGAN ISTILAH SRADDHA DAN BHAKTI?, Secara umum kita ketahui bahwa setiap agama atau kepercayaan memiliki dasae keyakinan yang diajarkan kepada penganutnya sebagai pedoman bagi umatnya untuk mencapai tujuan hidupnya. Agama menurut penulis adalah "cara" yang diyakini oleh siapapun yang menurutnya rasional dan nyaman sebagai penuntun hidupnya. Hal tersebut penulis ilustrasikan seperti sekelompok orang yang mendaki sebuah gunung yang melakukan pendakian dari sisi yang berbeda-beda, ada yang mendaki dari sisi bagian timur, barat, selatan, dan utara. Masing-masing sisi pasti memiliki tantangan dan rintangan yang berbeda, yang harus disikapi dengan cara yang berbeda pula untuk bisa sampai kepuncaknya. Upacara adalah "cara" manusia mendekatkan diri dengan sumber kebahagiaan yang diaktualisasikan melalui yadnya. Jadi yadnya adalah media yang diyakini mampu mendekatkan manusia dengan sumbernya : Brahman, Sesama manusia, dan alam. Sedangkan tujuannya adalah bagaimana potensi dalam diri manusia mampu berevolusi membangun keselarasan seperti disimbolkan dengan kain kotak-kotak simetris hitam putih yang disandangkan pada pelinggih ngerurah. Selaras atau tidak selaras ditentukan juga oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran umat dalam memahami dan menjabarkan pedoman berupacara ikhasa, sakti, desa, kala, dan patra.

Brahman-Atman-Karman-Samsara/Purnarbhawa-Moksa, yang disebut Panca Sraddha adalah merupakan keyakinan dasar hindu dharma yang harus diketahui adanya, dipahami maknanya, diyakini kebenarannya, dan selanjutnya dijadikan pedoman dalam kehidupan untuk mencapai tujuan hidup.

Secara kontekstual penulis memahami dan menyakini Panca Sraddha sebagai pengakuan individual dan pernyataan ikrar bahwa brahman adalah segalanya dan segalanya adalah brahman, brahman adalah sebab dari segala sebab dan abadi adanya, brahman bersifat wyapi-wyapaka.

Sasanti adalah Bhineka Tunggal Ika, Tat Twam Asi, dan Vasu dewa kutum bhakam, merupakan pengingat umat manusia sebagai makhluk berfikir dan berkesadaran untuk selalu ingat bahwa semua berasal dari bhaman dan akan kembali pada brahman, karenanya memuliakan kehidupan dan mengasihi seluruh penciptanya merupakan wujud bhakti manusia kepada penciptanya. Perpaduan Purusha dengan Pradana yang disimbolkan dengan lingga dan yoni adalah merupakan lambang kehidupan. Karman/proses mengakibatkan terjadinya perubahan abadi : Aksi-reaksi, sebab-akibat, suka-duka, dan sebagainya, yang berevolusi sepanjang hidup membangun keselarasan/penyempurnaan menuju sempurna.

0 Response to "Apa Yang Salah Dengan Istilah Sraddha dan Bhakti?"