loading...

4 Hal Untuk mencapai surga


4 Hal Untuk Mencapai Surga - Surga adalah tempat yang tenang, tentram, nyaman penuh rasa mungkin bagi umat hindu judul artikel ini akan menjadi bahan gunjingan, karena semua orang hindu mengetahui bahwa tujuan agama hindu bukanlah surga seperti yang diperebutkan agama-agama Non-Hindu, tujuan agama hindu adalah Jagadhita, dari sekian banyak jalan, agama hindu memberi solusi termudah yaitu hanya dengan menjalankan ajaran Tri Kaya Parisudha, berkata sopan (wacika), berbuat yang baik sesuai ajaran dharma penuh cinta kasih (kayika) dan selalu berpikiran positif (manacika) anda semua akan mendapatkan sorga.

Selain itu untuk bisa mencapai surga, seseorang perlu melakukan 4 (empat) hal selama hidupnya di dunia/mayapada. Ke empat hal tersebut, yaitu : 
  1. Ber-Yadnya
  2. Ber-Dana punia
  3. Ber-Tapabrata
  4. Ber-Karma yang baik

Mencapai Surga dengan beryadnya



Yadnya harus dilakukan menurut petunjuk kitab suci dengan tidak mengharap pahala,dan percaya sepenuhnya upacara ini sebagai tugas kewajiban sebagai wujud bakti kepada Hyang Widdhi. Yadnya dilakukan bukan semata-mata untuk keperluan kemegahan belaka. Apalagi apabila yadnya dilakukan tanpa menurut peraturan kitab suci dimana makanan tidak dihidangkan, tanpa diserta mantra tanpa daksina dan tanpa keyakinan. (BG.XVII.11-13)
Semua yadnya harus ditujukan untuk mengagungkan kemuliaan Hyang Widdhi, karena Hyang Widdhi-lah yang menerima semua yadnya dan tapa.

Mencapai Surga dengan Berdana Punia



berikut ini beberapa macam dana punia:
  1. Danapunia atau sedekah harus diberikan tanpa mengharap kembali, dengan keyakinan sebagai tugas untuk memberikan pada tempat penerima yang patut misalnya di Pura atau tempat-tempat Suci, anak anak yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak punya keluarga. Danapunia seperti ini disebut Satwikam smrtam
  2. Danapunia atau sedekah yang diberikan dengan harapan untuk didapat kembali atau memperoleh keuntungan dikemudian hari dan dengan perasaan tidak tulus, sedekah seperti ini disebut Rajanam smritam (BG.XVII.21)
  3. Danapunia atau sedekah yang diberikan pada kesempatan dan waktu yang salah, kepada mereka yang tidak patut (misalnya diberikan untuk berjudi, membeli minuman keras atau Narkoba) dan tanpa upacara dan penghinaan disebut Tamasa (tamasam udahritam) (BG.XVII.23)
Selalu mempersembahkan Dana punia merupakan infestasi/bekal ke dua Umat Hindu menuju sorga/moksa setelah beryadnya/bhakti/sembahyang. Selain sebagai infestasi di sorga Ber-Dana Punia yang rutin dilakukan juga berfungsi untuk men-sucikan harta benda (rejeki) yang kita peroleh. Sebab dengan men-Dana punia-kan sebagian harta yang kita peroleh maka harta benda kita akan me-sari.

Mencapai Surga dengan Bertapa Brata



Bertapa-brata (tapa) adalah pengendalian diri yang dilakukan dengan hormat kepada para Dewa-Dewa, para Dwijati, Guru dan orang Arif bijaksana dengan cara sauca/suci, arjawa/benar, brahmacari/berguru kepada brahmana, dan ahimsa/tidak menyakiti atau membunuh mahluk lain disebut bertapa dengan badan/perilaku - Sariram tapa ucyate (BG.XVII.14).


Mencapai Surga dengan Berkarma Baik



Karma atau perilaku sehari-hari, merupakan infestasi (modal/bekal) ke 4 menuju pensucian diri supaya sang atma bisa mencapai Sorga. Berperilaku yang suci atau mensucikan perbuatan (Kayka parisudha). Yaitu melakukan perbuatan sesuai Dharma dan menghindari perbuatan Adharma. 
Yang termasuk perbuatan Adharma yaitu : Sad Ripu dan Sad Atatayi, Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat manusia itu sendiri.  Dan Sad Atatayi berasal dari bahasa Jawa kuno (Kawi), terdiri dari dua kata yaitu : "Sad" artinya enam, dan "Atatayi" artinya kejahatan. Jadi sad atatayi artinya enam kejahatan yang dilarang Agama Hindu.

Dalam Bhagavadgita XVI.21-22 disebutkan bahwa : 

Kama (nafsu sex), krodha (marah) dan lobha (serakah) disebutkan sebagai tiga jalan menuju neraka(Triwidham narakasye’dam), Jalan untuk menuju kehancuran diri (dwaram nasanam atmanah), sehingga ketiganya harus disingkirkan (tasmad etat trayam tyajet) dari diri manusia. Orang yang bisa membebaskan diri dari Kemarahan, Keserakahan, dan Nafsu sexual yang tidak pantas, dan berbuat untuk kemuliaan Tuhan YME akhirnya bisa mencapai tempat yang tertinggi (sorga bahkan moksa).

Jadi, Kebahagiaan surga adalah sebutan kebahagiaan di akhirat, sedangkan jagadhita adalah kebahagiaan duniawi semasa hidup.

0 Response to "4 Hal Untuk mencapai surga"